JAC Recruitment Indonesia Job Vacancy @ Jobstreet

JAC Recruitment Indonesia Job Vacancy @JobsDB

JAC Recruitment Video Company Profile 2015

5 Cara Sederhana Untuk Mencintai Pekerjaan

Bukan hal yang aneh jika menemukan pegawai yang mengatakan I hate Monday atau tidak suka dengan pekerjaannya. Padahal sebenarnya kita bisa mencintai pekerjaan kita. Inilah 5 cara sederhana untuk mencintai pekerjaan.

Dekorasi kubikel
Kita bisa mendekorasi kubikel kita sesuka hati agar suasana menjadi ceria. Penelitian yang rilis di Journal of Experimental Psychology menemukan bahwa pegawai yang boleh mendekorasi kubikelnya sesuka hati, produktivitasnya akan meningkat 32%.

(Baca juga: Apa yang membuat pegawai semangat bekerja?)

Membuat prioritas
Deskripsi pekerjaan tidak jelas? Prioritaskan pekerjaan agar bisa menyelesaikan satu demi satu. Peneliti dari  Penn State University menemukan bahwa sebaiknya menyelesaikan pekerjaan yang paling susah dulu.


5 Cara Sederhana Untuk Mencintai Pekerjaan

Hadiahi diri sendiri
Setelah menyelesaikan pekerjaan yang sulit, hadiahi diri sendiri dengan hal-hal kecil seperti membeli es krim atau makanan enak. Ini akan meningkatkan rasa bahagia setelah pekerjaan selesai.

Berteman
Salah satu cara sederhana untuk mencintai pekerjaan adalah berteman dengan rekan kerja. Dengan memiliki teman di kantor maka kehidupan sosial bisa membantu mengurangi stres yang ada.

(Baca juga: Kepribadian Pegawai Harus Cocok Dengan Pekerjaannya)

Bagi waktu kerja
Jangan bekerja di rumah, jangan memaksakan terus menerus bekerja. Saatnya istirahat jangan paksa bekerja. Penelitian dari  Henley Business School di University of Reading menemukan bahwa pegawai yanng bekerja di luar jam kerja utama dengan internet akan cenderung merasa kesepian dan cemas. Penelitian lain dari American Journal of Epidemiology menemukan bahwa terlalu lama bekerja bisa membuat sakit dan meningkatkan risiko sakit jantung sampai 40%.

5 cara sederhana untuk mencintai pekerjaan ini sangat sederhana dan dapat diterapkan sehari-hari.

Apa yang Membuat Pegawai Semangat Bekerja?




Setiap perusahaan inginnya produktif dan memiliki pegawai yang bersemangat. Dengan semangat kerja, maka pegawai akan lebih maju dalam bekerja. The Marcus Buckingham Co. (TMBC), perusahaan penyedia solusi soal kepegawaian merilis StandOut Global Engagement Index, yakni sejenis laporan yang melihat keterlibatan pegawai di 13 negara. Lalu apa yang membuat pegawai semangat bekerja?


Tujuan: memahami visi dan misi perusahaan
Prestasi: Merasakan bahwa bisa sukses dalam perusahaan karena memiliki tujuan yang sama
Dukungan: Memiliki tim untuk mendukung pekerjaan individu
Masa depan: Pegawai dan perusahaan memiliki sudut pandang sama dalam melihat masa depan.

Apa yang membuat pegawai semangat bekerja?

Di setiap negara yang disurvei, pendorong bagi keterlibatan pegawai umumnya adalah pegawai mendapatkan kesempatan maksimal mengembangkan kelebihan mereka. Namun pegawai di Amerika Serikat, Jepang dan Jerman lebih memilih soal antusias pada misi perusahaan.


Lalu apa yang membuat pegawai semangat bekerja? Selain faktor di atas, kantor yang bisa memberikan keseimbangan bekerja dan kehidupan juga menjadi pilihan pegawai.



How to Engage Employees via Executive Coaching?


Why do great employees leave companies? Eko Marhendro Nugroho, Head of Marketing JAC Recruitment, explains that people didn’t leave jobs, they leave managers. Sometimes the managers are not empowering enough and there are other reasons too. But the key is employee engagement. Does the company or managers try to keep their employees at the company? How to engage employees via executive coaching?

How to engage employees via executive coaching?


Eko, who is a member of ICF International Coach Federation, speaks at JAC Indonesia Berbagi Event in Fortice Office, World Trade Center 2 18th Floor on Thursday, 21 May 2015. Eko explains about the condition of Indonesia’s workforce to an enthusiastic audience.

(Baca juga: Bagaimana merekrut orang yang tepat)

Engagement is the state of emotional and intellectual commitment to an organization. Do you try to engage your employee? This graphic below can shine a light about employee engagements:

Eko explains with interesting examples on how to engage with employee, thus increasing productivity. With engagement, employee can reach satisfaction. In short word, happy employee. A happy employee will promote and support company’s strategy and brand.

Engaged employees will perform more than just 100%, they will push it to 140% since they enjoy what they do and willing to go the extra mile to achieve common goals. The happier the employee is, the more they are willing to stay in the company, and thus it will create a positive atmosphere at the office. With pool of talented and satisfied employees, companies can go beyond their imagination.

(Baca juga: Human capital takes a new face)

How to engage employees via executive coaching? A study by Wyatt Watson from an article at hbr.com, shows that companies that have highly engaged employees produce 26% higher revenue per employee. The equation makes perfect sense. The more engaged your employees are the more efficient and productive they become, lowering operating costs and increasing the profit margin. So, what is employee engagement? In simple words: people came to work with good understanding at what they do and they really do contribute to the success of the company.


This is exactly what Srinivasan Ramanan (Krrish), Senior Adviser at JAC Recruitment says in his Executive Hiring: Training and Myth event on 13 May 2015 says: “Make your employee go to work happy”.  By engaging between employees and leader, a productive synergy will appear. How to increase employee engagement? In line with the seminar, executive coaching can be one solution. A coach can improve manager’s skill to empower their employees rather than controlling their staff

Memanusiakan Manusia Dalam Sumber Daya Manusia

Ketika mendiskusikan departemen sumber daya manusia, banyak perusahaan tidak berminat. Banyak yang berpikir bahwa departemen ini hanya buang-buang uang saja. Kenapa tidak menghabiskan uang untuk mesin?  Namun departemen sumber daya manusia bukan lagi beban, melainkan pondasi perusahaan. Merekrut orang yang tepat untuk posisi yang pas bisa meningkatkan produktivitas dan keuntungan perusahaan. Tetapi merekrut orang yang tepat tidaklah mudah apalagi memanusiakan manusia dalam sumber daya manusia.

(Baca juga: 5 Keuntungan menjadi pegawai kantoran)

“Apakah Anda merekrut orang yang tepat? Ketika merekrut, apakah Anda menunjukkan jalur karir yang menarik? Tidak semua orang bekerja hanya untuk gaji,” ungkap Srinivasan Ramanan, advisor  JAC Indonesia dalam seminar Executive hiring: reality or myth di lantai 30 Sampoerna Strategic Square, hari Rabu 13 Mei 2015.



Bisa disimpulkan bahwa:
  • Departemen Human Resource adalah aset penting untuk kemajuan perusahaan
  • Perekrutan adalah proses yang penting dan tidak bisa sembarangan
  • Merekrut orang yang salah akan membuat kerugian yang besar.
  • Ciptakan KPI (Key Performance Indicator) yang realistis
  • Tidak ada yang bisa menggantikan peran manusia dalam sebuah perusahaan.


Srinivasan menceritakan banyak cerita menarik yang dia alami di lingkup dunia perekrutan. “Tak ada mesin yang bisa menggantikan peran manusia dan perusahaan harus membuat pegawai bahagia ketika datang ke kantor,” ungkap Srinivasan. Inilah peran kita semua, khususnya memanusiakan manusia dalam sumber daya manusia.